Thursday, July 31, 2014

Epidemiologi Trauma Kepala

Di Amerika Serikat, kejadian cedera kepala setiap tahunnya diperkirakan mencapai 500.000 kasus. Dari jumlah tersebut, 10% meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Yang sampai di rumah sakit, 80% dikelompokkan sebagai cedera kepala ringan (CKR), 10% termasuk cedera kepala sedang (CKS), dan 10% sisanya adalah cedera kepala berat (CKB). Insiden cedera kepala terutama terjadi pada kelompok usia produktif antara 15-44 tahun. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab 48%-53% dari insiden cedera kepala, 20%-28% lainnya karena jatuh dan 3%-9% lainnya disebabkan tindak kekerasan, kegiatan olahraga dan rekreasi. Data epidemiologi di Indonesia belum ada, tetapi data dari salah satu rumah sakit di Jakarta, RS Cipto Mangunkusumo, untuk penderita rawat inap, terdapat 60%-70% dengan CKR, 15%-20% CKS, dan sekitar 10% dengan CKB. Angka kematian tertinggi sekitar 35%-50% akibat CKB, 5%-10% CKS, sedangkan untuk CKR tidak ada yang meninggal. Tindakan operasi pada kasus CKB hanya dilakukan pada sebagian kecil pasien (<5%) misalnya pada hematoma subdural dan hematoma epidural dengan fungsi batang otak yang masih baik. Lebih dari 2 juta pasien dengan cedera kepala setiap tahunnya di ruang gawat darurat AS, dan merupakan 25% dari pasien yang dirawat di rumah sakit. Hampir 10% dari seluruh kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh cedera, dan sekitar separuh dari kematian traumatis melibatkan otak. Di Amerika Serikat, cedera kepala terjadi setiap 7 detik dan kematian setiap 5 menit. Sekitar 200.000 orang tewas atau cacat permanen setiap tahun sebagai akibatnya.Cedera kepala terjadi pada segala usia, tetapi puncak adalah pada orang dewasa muda antara usia 15 dan 24. Cedera kepala adalah penyebab utama kematian di antara orang di bawah usia 24 tahun. Pria tiga atau empat kali lebih sering dibanding wanita. Penyebab utama dari cedera otak berbeda di berbagai bagian Amerika Serikat; di semua daerah, kecelakaan kendaraan bermotor yang menonjol, dan di daerah metropolitan kekerasan pribadi sering terjadi. Hubungan sebab-akibat antara mekanisme cedera dan cedera kepala merupakan hal yang rumit  Misalnya, orang tua yang memiliki kejadian jatuh yang lebih tinggi dibandingkan usia lainnya. Mungkin faktor efek samping obat, pendengaran dan penglihatan yang kurang, lambatnya respon terhadap suatu kejadian, keseimbangan dan mobilitas  menjadi pengaruh terjadinya cedera.
artikel terkait

  1. manfaat dan makna mengkonsumsi aice cream bagi wanita
  2. rehabilitasi dengan kegiatan menanam tanaman hiasan
  3. informasi tentang wanita

No comments:

Post a Comment