Di
Amerika Serikat, kejadian cedera kepala setiap tahunnya diperkirakan mencapai 500.000
kasus. Dari jumlah tersebut, 10% meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Yang
sampai di rumah sakit, 80% dikelompokkan sebagai cedera kepala ringan (CKR),
10% termasuk cedera kepala sedang (CKS), dan 10% sisanya adalah cedera kepala
berat (CKB). Insiden cedera kepala terutama terjadi pada kelompok usia
produktif antara 15-44 tahun. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab 48%-53%
dari insiden cedera kepala, 20%-28% lainnya karena jatuh dan 3%-9% lainnya
disebabkan tindak kekerasan, kegiatan olahraga dan rekreasi. Data epidemiologi
di Indonesia belum ada, tetapi data dari salah satu rumah sakit di Jakarta, RS
Cipto Mangunkusumo, untuk penderita rawat inap, terdapat 60%-70% dengan CKR,
15%-20% CKS, dan sekitar 10% dengan CKB. Angka kematian tertinggi sekitar
35%-50% akibat CKB, 5%-10% CKS, sedangkan untuk CKR tidak ada yang meninggal. Tindakan
operasi pada kasus CKB hanya dilakukan pada sebagian kecil pasien (<5%) misalnya
pada hematoma subdural dan hematoma epidural dengan fungsi batang otak yang
masih baik. Lebih
dari 2 juta pasien dengan cedera kepala setiap tahunnya di ruang gawat darurat
AS, dan merupakan 25% dari pasien yang dirawat di rumah sakit. Hampir 10% dari
seluruh kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh cedera, dan sekitar separuh
dari kematian traumatis melibatkan otak. Di Amerika Serikat, cedera kepala terjadi
setiap 7 detik dan kematian setiap 5 menit. Sekitar 200.000 orang tewas atau
cacat permanen setiap tahun sebagai akibatnya.Cedera kepala terjadi pada segala
usia, tetapi puncak adalah pada orang dewasa muda antara usia 15 dan 24. Cedera
kepala adalah penyebab utama kematian di antara orang di bawah usia 24 tahun.
Pria tiga atau empat kali lebih sering dibanding wanita. Penyebab utama dari
cedera otak berbeda di berbagai bagian Amerika Serikat; di semua daerah,
kecelakaan kendaraan bermotor yang menonjol, dan di daerah metropolitan
kekerasan pribadi sering terjadi. Hubungan sebab-akibat antara mekanisme cedera dan
cedera kepala merupakan hal yang rumit
Misalnya, orang tua yang memiliki kejadian jatuh yang lebih tinggi
dibandingkan usia lainnya. Mungkin faktor efek samping obat, pendengaran dan
penglihatan yang kurang, lambatnya respon terhadap suatu kejadian, keseimbangan
dan mobilitas menjadi pengaruh
terjadinya cedera.
artikel terkait
artikel terkait
No comments:
Post a Comment