Thursday, July 31, 2014

Epidural hematoma

Epidural hematoma adalah akumulasi dari darah dan gumpalan darah antara lapisan dura mater dan tulang tengkorak. Sumber perdarahan dari epidural hematoma adalah arteri meningea (seringkali arteri meningea media) atau terkadang sinus venosus dura. Perdarahan ini memiliki bentuk yang bikonveks atau lentikuler. Pasien dengan epidural hematom akan mengalami kesadaran menurun yang berlangsung singkat pada awalnya, diikuti dengan lucid interval. Interval ini kemudian diikuti dengan kemunduran klinis yang cepat. Semua pasien dengan perdarahan epidural membutuhkan intervensi yang cepat dari spesialis bedah saraf. Epidural hematom akan menempati ruang dalam otak, olehnya itu, perluasan yang cepat dari lesi ini, dapat menimbulkan penekanan pada otak (Snell, 2007). Epidural hematoma adalah terkumpulnya darah dalam rongga potensial antara duramater dan tulang yang dapat terjadi intrakranial (EDH) atau spinal (SEDH). EDH terjadi pada 2% pasien dengan cedera kepala dan 5-15% pada pasien dengan cedera kepala berat. EDH perlu selalu dipikirkan karena dapat menyebabkan komplikasi serius terbanyak pada cedera kepala, sehingga perlu diagnosa sesgera dan intervensi bedah. EDH dapat terjadi akut(58%), subakut(31%), atau kronik (11%). SEDH dapat juga disebabkan karena trauma yang terjadi secara spontan. Epidural hematom biasanya merupakan hasil dari kontak paksa yang berlangsung singkat pada calvaria yang mengakibatkan terpisahnya periosteal dura dari tulang dan terganggunya pembuluh darah yang terkena karena penekanan. Fraktur tulang tengkorak terjadi pada 85-95% kasusu dewasa, tetapi dapat juga ditemukan pada anak-anak karena plastisitas tulang kalvaria yang immatur. Struktur aretri dan vena dapat terganggu, disebabkan expansi cepat pada hematom, bagaimanapun kronik atau manifestasi yang terlambat dapat terjadi apabial vena sentral terlibat. Extensi yang terjadi pada hematoam biasanya dibatasi oleh garis sutura yang melengkaapi erat pada dura di lokasi ini. Daerah tempororparietal dan arteri meningea media pada umumnya terlibat (66%), meskipun arteri ethmiodalis anteriordapt juga terlibat pada trauma dibagian frontal, sinus transversus atau sinus sigmoid pada trauma oksipital, dan sinus sagitali superior pada trauma di verteks. Epidural hematom bilateral dapt terjadi sekitarr 2-10% pada semua kasusu epidural hematom akut orang dewasa dan lebih jarang pada anak-anak. Epidural hematom fossa posteriro terjadi sekitar 5% pada semua kasus epidural hematom (Hafid, 2007)Angka kematian meningkat pada pasien dengan umur dibawah 5 tahun dan diatas 55 tahun. Pasien dengan umur dibawah 20 tahun, 60 % didapati dengan epidural hematoma. Epidural hematoma tidak lazim pada pasien usia lanjut dikarenakan, lapisan dura telah melekat dengan kuat pada dinding bagian dalam tengkorak. Pada kasus-kasus epidural hematom, kurang dari 10% adalah pasien dengan umur diatas 50 tahun (Bernath, 2009)Di Amerika serikat , epidural hematom merupakan komplikasi pada trauma kepala terjadi sekitar 40,000 kasus pertahun. SEDH 1 per 100000 orang seiap tahunnya. Alkohol dan bentuk intoksikasi lain ternyata memiliki hubungan dengan insiden tertinggi pada epidural hematom. Frekuensi epidural hematom secara internasional belum diketahui, dipikirkan frekuensinya hampir sama dengan frekuensi epidural hematom yang terjadi di Amerika serikat. Angka mortalitas epidural hematom diperkiakan sekitar 5-50%. Tingkat kesadaran sebelumnbya untuk dilakukan tindakan pembedahan berhubungan dengan angka kematian, 0% untuk pasien compos mentis, 9% somnolen, 20% pada koma. Angka mortalitas pada EDH bilateral sekitar 15-20%. Epidural hematom fossa posterior memiliki angka mortalitas sekitar 26%. Tidak ada hubungan ras dengan angka insidensi epidural hematoam. EDH dan SEDH lebih sering terjadi pada laki-laki, dengan rasio pria : wanita adalah 4:1. EDH jarang terjadi pada anak-anak kurang dari 2 tahun. EDH juga jarang pada orang yang berusia tua lebih dari 60 tahun karena dura melekat erat pada kalvaria. SEDH memiliki distribusi ganda dengna puncaknya pada usia anak-anak dan dekade kelima dan keenam dalam kehidupan Ariwibowo, 2008).
artikel terkait kesehatan
  1. manfaat konsumsi ice cream bagi wanita hamil
  2. manfaat menanam tanaman hias bagi kesehatan
  3. rambut yang sehat dan kuat

No comments:

Post a Comment